Showing posts with label opium. Show all posts
Showing posts with label opium. Show all posts

Wednesday, June 30, 2010

xx


'If being myself is disturbing, who should I be?'

picture taken from *Eliara

Monday, June 28, 2010

What is, Mature?

Gue kepikiran, apa itu sebenarnya yang dimaksud dengan, dewasa?

Apa dewasa itu sekedar matang emosi? Atau dewasa itu sekedar lahir lebih dulu? Apa dewasa itu sekedar berpengalaman? But the fact is, setiap orang, mau itu lahir duluan atau belakangan, akan mendapat kesempatan pengalaman yang berbeda2. Pengalaman mana yang menjadikan ia dewasa?

Kalau misalnya A tau bagaimana cara mengontrol emosi, tapi B lebih tau cara bekerja dan memplanning dengan baik dan benar. Mana yang lebih dewasa?

Oke, mungkin dewasa itu lebih erat kaitannya dengan kematangan emosi. Tapi kalau emosi matang tapi ia tidak bisa apa2? Misal, secara teknis kerja atau sosialisasi? Mana yang lebih dewasa? Orang yang tenang, sabar, tidak mudah marah, atau orang yang mengerti cara hidup, bekerja, dan sebagainya yang lebih teknis?

Mungkin keduanya sudah dewasa dalam arti yang berbeda. Atau mungkin keduanya belum dewasa.

I copied it from my own notes:

Experience is the best teacher, I agree. But experience needs time, cases, and right circumstances. So, maybe an old man know more nothing than me in my this age. Compare a person that has lived for years and just stay at home with easiness and glory, to a kid that always goes from place to place with sorrow and misery. Experience is the best teacher, and age is nothing to do with it. And experience gives a lesson which must be different for each person. So, when exactly a person called mature?

How if, you know what to do, but you don't know how to do it? Remember, lead by example. Don't call yourself mature when you can't BE mature.

So, be mature in all lesson you got. Don't waste any single experience because it must gives you a lesson. And be modest. You don't know if there is someone that more mature than you outside, same as your age, or maybe be younger.

Intinya, jangan gampang nganggep diri sendiri udah dewasa. Belum tentu di mata orang lain begitu. Mungkin lo udah ngerasa karena udah tau caranya yang benar. Tapi selama lo belum bisa ngebuktiin, lo belum dewasa. Jangan gampang besar kepala karena hal yang lo nilai sendiri. Dengar kata orang lain. Karena, saat lo udah terlalu percaya diri akan kedewasaan lo, lo akan cenderung merasa superior dibanding yang lain.

Always get a lesson from every person you meet. They have got other experiences that you have not.

Sunday, March 21, 2010

Ignorant

If I could be so ignorant
I would live freely in no boundaries
I would be happy when I am happy
I would be sad when I am sad
I wouldn't have to wear a mask

If I could be so ignorant
I would tell what I should have told
I would be honest, I would say the truth
I wouldn't lie to myself, neither to you
I wouldn't have to hurt myself, or you

If I could be so ignorant
I wouldn't blame myself for everything
I wouldn't be scared by anything
I wouldn't depend on anybody
I wouldn't bother you by the weak me

If I could be so ignorant
I wouldn't care what people think about me
I wouldn't care how hurt my feeling is

I would show my deepest, true smile to everyone
I wouldn't force myself to laugh when it is not funny
I wouldn't have to cry whenever I am sad


I would be my self

I could move on

I could stand alone

Because I am me, what I surely have is me, and I believe in me

And my life, is my life.

-crayonice

Saturday, March 20, 2010

Coba Saja, Semua Manusia Berpikiran Sama


Bayangin, kalau semua orang ngerti pikiran orang lain. Like they can do telephaty with other people.

Gak akan ada yang namanya salah paham.

Gak akan ada yang namanya salah sangka.

Gak akan ada yang namanya su'udzon.

Gak akan ada niat baik yang terbengkalai dan niat jahat yang terealisasikan.

Karena semua orang ngerti maksud sama lain apa. Mereka gak perlu bener2 sejalan, yang penting ngerti maksud orang lain apa. Dan jadinya mereka bisa nyamain pikiran mereka. Dan gak ada salah paham.

Hm, gue ngepost ini, karena gue pernah sangat kesal dengan kenyataan bahwa tidak semua manusia mampu mengerti apa yang dipikirkan manusia lain. Apa yang dimaksud manusia lain. Apa yang diniatkan.

Gue pernah, sayang, amat sayang sama seseorang. Tapi orang itu merasa gue gak sayang sama dia. Bukan sayang yang dia butuh dan inginkan. Dan gue juga merasa hal yang sama. Bahwa yang dia minta, apa yang dia sebut sayang, bukan apa yang gue bayangkan. Alhasil rasa sayangnya tidak tersampaikan. Karena ketidakmengertian satu sama lain tentang apa yang dirasakan oleh masing2.

Coba aja, kita bisa bertukar pikiran. Bertukar posisi. Dan saling ngerasain apa yang dirasain masing2. Mungkin gak bakal rumit hasilnya.

Tapi memang, kalau semua manusia pikirannya sama, bisa sejalan dengan mudah, bisa mudah mengerti, hidup gak akan bakal semenarik ini.

Gak semua yang ada di hidup ini harus berjalan mulus. Berjalan sesuai kemauan kita.

Ya karena itu dia, kita semua berbeda.

Cara pikir manusialah yang menentukan keunikan dunia.

Kalau hidup cuma seneng2 aja, juga ga bakal seru kan?

Apa gunanya air mata dong kalau hanya untuk mengekspresikan rasa sakit karena luka dan untuk menjaga mata agar tetap lembab?

Justru saat pikiran manusia berbeda, disitu mereka akan saling menukar pikirannya.

Itulah dimana manusia dapat dekat dengan manusia lainnya.

Saat mereka memiliki pandangan yang berbeda2 tentang hidup orang yang berbeda di dalam pikirannya.


-crayonice

Bukan Salahkan Keadaan, Kreatif Siasati Keadaan


Gue lupa gue denger kata - kata ini darimana. Kayaknya kakak kelas gue.

Entah kenapa sekarang gue baru kerasa arti maksudnya.

Well, walaupun belum sepenuhnya gue bisa ngelakuinnya, I mean, mensiasati keadaan.

Yang gue rasa dari kalimat itu, kayak..ya, seharusnya emang kita ga nyalahin keadaan.

Keadaan emang dari sananya begitu. Gak bisa diapa2in.

Contoh simpel aja, misal lo harus bawa teko ke suatu tempat, saat itu juga. Isinya air panas.

Terus lo pegang tekonya, kepanasan.

Kalau lo nyalahin keadaan, lo cuma bakal meringis dan bilang lo gak bisa bawa tekonya, "karena panas."

Teko itu emang panas. Mau diapain?

Berpikirlah kreatif. Pake kain lap misalnya dipegang biar ga panas. Itu, namanya mensiasati.

Atau misal ga ada kain, pake tatakan lain di bawahnya, pake nampan gitu.

Atau ditiupin biar ga panas? Atau apapun.

Contoh kecil di hidup kita sebenernya kalau kita bisa, mensiasati keadaan.

Hanya memang manusia, kalau udah ketemu hal susah, jadi gak mau susah.

Salahin aja keadaan, karena keadaan gak bakal nyalahin balik.

Tapi apa? Orang lain yang terkena dampaknya yang akan nyalahin lo balik. Karena keadaan gak bisa mengaku salah dan membela lo di depan mereka.

Untuk apa nyalahin sesuatu yang emang sebenernya gak salah?

Ada kalanya sih emang memang PASTI salah keadaan.

Seperti yang pernah seseorang katakan ke gue. Misalnya, lo lagi telponan sama orang, masalah yang penting banget. Tiba2 koneksi terputus karena emang sinyal atau operator bermasalah. Terus urusan serius lo jadi ga bisa lanjut. Kepotong ditengah2, dan jadi masalah besar.
Itu, baru gak bisa dipungkiri kalau emang itu salah keadaan.
Yang bisa dilakuin ya, liat positifnya dan bertindak sewajarnya menghadapi masalah kayak gitu.
Masalahnya, antara 2 orang itu emang gak ada yang salah kan?

Well, hidup itu ribet, di mata orang yang ribet. Dan simpel, di mata orang yang simpel.

Itu mengapa bumi berbentuk bulat.

Tidak ada titik sudut yang pasti untuk melihat dunia.

Dimana orang itu berdiri, itulah dunia yang dilihatnya.

- crayonice

Sugesti Adalah Kekuatan Terbesar Manusia


Yang gue bicarain di sini bukan kayak sugesti Romy Rafael atau any other Illusionist like him.

Lo, sebagai pemilik otak, jiwa, dan raga lo, juga sangat bisa mensugestikan diri lo sendiri.

Gue baru ngerasain banget yang namanya sugesti gue sendiri, waktu gue latihan fisik.

Capek, beneran, capek. Tapi entah kenapa otak gue berkata gue sebagai manusia mampu lebih dari ini.

Terus ternyata gue bisa.

Hmm, waktu itu gue pernah pasang status FB kayak begini, dapet tanggepannya, kalau itu namanya rasa percaya diri. Bukan hanya sugesti.

Ya.., yang namanya sugesti bisa sugesti macem2.

Kekuatan manusia juga bisa jadi kekuatan macem2.

Menurut gue, otak manusia itu hebat. It controls everything in your body. Even something that your body has not ever done.

Your suggestion, which comes from your mind, which is in your brain, is your body really trusted friend.

If you believe in your self, if your mind tells you that you are, your suggestion, even it is good, or bad, it REALLY CAN affect you.

Well, sometimes jatohnya itu kadang jadi serem. Karena buat orang yang pikirannya aneh, dan kadang jahat, jadi bisa kebawa jahat.

Emang yang gue tekenin di sini lebih ke kepercayaan dan kemampuan diri.

So, don't underestimate phrase that says "You can do it, If you believe in yourself" or something.

Sugesti bisa menjadi kekuatan terbesar manusia.

You can even do anything that you have not ever done just by trusting yourself.

-crayonice

Thursday, March 18, 2010

Biogenesis


*Saya tidak bermaksud untuk menjadi musyrik dengan mempertanyakan Tuhan atau apapun secara kontroversial. Saya hanya ingin berbagi dan bertukarpikiran.


Jadi, waktu pelatihan biologi kemaren, dijelasin kalau teori biogenesis (awal pembentukan kehidupan) itu ada banyak. Salah satunya dicetuskan oleh Harold Uray yang dibuktikan oleh Stanley L. Miller.

Teorinya adalah, zaman dahulu kala atmosfer kaya akan gas amonia, metana, hidrogen, dan uap air. Lalu karena ada hantaran listrik dari halilintar dan radiasi sinar kosmos, akhirnya terbentuk organisme - organisme seperti virus dan akhirnya berkembang. Lalu teori ini dibuktikan oleh percobaan Miller dengan menganggap bahwa atmosfer dulu hanya mengandung amonia, metana, hidrogen, dan uap air, lalu dengan listrik dan suhu yang cukup, ternyata dapat menghasilkan sejumlah senyawa dasar pembentuk organisme, seperti asam amino, basa purin, pirimidin, ribosa, 2-dioksiribosa, asam nukleat, dan nukleosida seperti ATP. (source: http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/ilmu_alamiah_dasar/bab5-kehidupan_di_bumi.pdf)

Pas tau tentang itu, gue kaget, kalau ternyata emang bener bisa dibuktiin, gimana jadinya kalau ternyata gue dulu beneran berasal dari situ? Dan...Tuhan itu gak ada?

Akhirnya sebelum gue berpikir terlalu jauh untuk membayangkan apa jadinya kehidupan ini sebenarnya kalau benar organisme lahir dari senyawa dan petir, gue nanya sama guru gue.

She said, iya, kemungkinannya emang ada, tapi sangat sangat kecil, 0, 0 dengan angka 0 setelah komanya tidak terhitung. Bahkan seharusnya sudah tidak diklasifikasikan lagi sebagai kemungkinan. Dan makanya, kalaupun memang benar itu yang terjadi beberapa juta tahun silam, berarti memang ada 'sesuatu' yang membuatnya terjadi, which we assume, it is God's will.

But now, maybe it becomes a little bit controversial, If really there is no God, so what would you think?

Masa ya, gue kepikiran, yang sekarang benar - benar memperlihatkan keberadaan Tuhan, adalah Al - Qur'an dan isinya, peninggalan sejarah Nabi, dan azabnya. Azab, segala sesuatu aneh yang bisa terjadi di luar akal manusia, bisa aja emang itu kebetulan saja begitu, sama aja dengan kebetulan terjadinya pembentukan protein dari senyawa gas dan listrik. Untuk Al - Qur'an dan isinya, bisa aja itu adalah sesuatu yang amat diyakini manusia - manusia pertama di bumi, yang akhirnya membuat yang namanya, Tuhan.

Duh, gue ga kuat, takut dosa. Ya gitu deh, gue sempet berpikir kayak gitu. Tapi Ya Allah, Alhamdulillah, percaya hamba-Mu ini, aku percaya pada-Mu. Walau gue juga masih suka mencari debatan tentang Tuhan yang akhir - akhirnya berhenti dan tak terbantahkan lagi, dan berakhiran, "Allahualam Bisawab", Hanya Allah Yang Tahu.

Semoga keberadaan Ilmu Pengetahuan sama Agama beneran bisa berdampingan untuk hal kayak gini, soalnya, beneran deh, yang namanya keberadaan Tuhan, bukan hal yang mudah untuk diterima dengan nalar. Benar - benar tidak mudah.

Semoga kita masih diberi kesempatan untuk terus belajar, Amin.

-crayonice



Menyayangi Tanpa 'Yang'


Menyayangi yang tulus, adalah menyayangi tanpa 'yang'.

Saat kamu masih menyayangi seseorang karena dia memiliki 'yang' yang banyak dan spesifik, berarti kamu bukan menyayanginya benar - benar dia.

Apa maksud 'yang'?
Saat kamu mengatakan, "Aku suka dia yang baik sama aku, yang setia" tapi apa saat 'yang'-nya diganti, "Dia yang jahat, yang kasar" kamu masih sayang padanya?
Kalau jawabannya tidak, berarti kamu tidak menyayanginya benar - benar dia.

Bukan berarti kamu tidak sayang, hanya tidak benar - benar 'tulus'.

Kamu menyayangi seseorang dengan sangat tulus, saat kamu berkata "Aku menyayanginya karena dia adalah dia." dan saat semua 'yang' miliknya diubah - ubah, kamu masih tetap menyayanginya, apapun keadaan dia.

Tapi sebenarnya aku sendiri masih meragukan apakah ada yang bisa, ataupun mau, sayang tanpa 'yang' itu.

Jika ada, aku yakin, orang yang menyayanginya hanya ingin orang yang dia sayang itu senang, apapun yang terjadi. Hidup benar, senang, apapun yang terjadi.

Bukan berarti jika "Dia yang jahat, kriminal, musyrik" itu benar. Tetapi jika ia benar tulus sayang, walaupun dia benar jahat, kriminal, maupun musyrik, ia tetap menyayanginya. Dan berusaha membuatnya bahagia dengan kehidupan yang benar. Karena kehidupan yang salah juga tidak akan membawa kebahagiaan asli, toh?

-crayonice